Kondisi Fisik Bangunan SMP Pemda Anjatan Memprihatikan, Butuh Perhatian Serius Dari PemKab Indramayu
News Investigasi – Indramayu, Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar antara guru dan siswa. Karena itu, diperlukan lingkungan yang layak, nyaman, dan aman sebagai penunjang kegiatan pendidikan. Namun, bagaimana jadinya jika sekolah sebagai tempat mencetak generasi muda yang cerdas dan berprestasi justru tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai? Kondisi tersebut ditemukan News Investigasi di wilayah Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, baru-baru ini.

Salah satunya adalah SMP Pemda Anjatan yang berlokasi di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1972 dan dikenal sebagai salah satu sekolah legendaris yang telah melahirkan banyak lulusan sukses itu kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Kepala SMP Pemda Anjatan, Toniman, S.Pd., mengeluhkan minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu maupun instansi terkait terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, bangunan sekolah yang belum pernah mendapatkan rehabilitasi total dikhawatirkan akan memengaruhi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta berdampak pada menurunnya semangat belajar para siswa.
“Sejak sekolah ini berdiri pada tahun 1972, sama sekali belum pernah mendapatkan program rehabilitasi total. Yang ada hanya perbaikan ringan, seperti pengecatan, penambalan tembok yang berlubang, dan perbaikan kecil lainnya. Oleh karena itu, kami berharap kepada Pemkab Indramayu maupun dinas terkait agar memberikan perhatian serius dan segera menindaklanjuti kondisi sekolah ini,” ujar Toniman di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Toniman menjelaskan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB). Menurutnya, jumlah ruang kelas yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa.
“Prioritas utama kami saat ini adalah penambahan RKB. Saat ini kami hanya memiliki 11 ruang kelas, sedangkan jumlah idealnya adalah 15 ruang kelas. Artinya, kami masih kekurangan empat ruang kelas lagi,” jelasnya.
Secara terpisah, Ketua Komite SMP Pemda Anjatan, Amaludin, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, dengan jumlah siswa yang mencapai 491 orang, penambahan ruang kelas sangat dibutuhkan agar proses KBM dapat berlangsung lebih optimal.
“Kami dari Komite Sekolah sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk memperbaiki kondisi bangunan sekolah yang saat ini sudah jauh dari kata layak. Selama ini kami juga terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak sekolah dalam mengatasi berbagai kekurangan yang ada. Namun, kami tidak ingin membebani para orang tua atau wali murid dari sisi pembiayaan,” pungkas Amaludin. (Nasoni)